13/11/2020

Perkembangan Keroncong 1960 – Sekarang

Isaotomitacollections –┬áPerkembangan keroncong masih terjadi di dalam dan sekitar wilayah Solo, namun muncul beberapa aliran baru yang berbeda dengan Masa Keroncong Abadi (termasuk musisi), dan memperbaharui diri sesuai dengan lingkungannya.

Sejak masa keroncong modern (1960-2000), semua aturan baku (pakem) Musik Keroncong tidak berlaku, karena mengikuti aturan baku (pakem) musik pop yang berlaku universal, misalnya tangga nada minor. Modus Harmoni Pentatonik, Harmoni Diatonis dan Kromatik Jawa / Tionghoa, Akord Disonan, Poltonal atau Atonal Akord (dalam Campursari), tidak mengenal lagi bentuk baku dari keroncong atau stambul asli, ada irama bernuansa dangdut (congdut), hingga Dari tahun 1998, ia mulai memasuki musik rap (Bondan Prakoso), dll.

Gaya Jawa

Bentuk adaptasi keroncong dengan tradisi musik gamelan dikenal dengan gaya Jawa, berbeda dengan gaya yang disebutkan di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan alat musik diantaranya siter, kendang (dapat direpresentasikan dengan modifikasi corak cello kendang), saron dan adanya gapura atau suluk dalam bentuk. perkenalan vokal tanpa instrumen. untuk membuka sebelum ketukan dimulai sepenuhnya. Pada tahun 1968, gaya Jawa menjadi Campursari.

Biasanya memiliki struktur lagu pop yaitu A – A – B – A atau juga A – B – C – D dengan total 32 bar. Lagu Jawa yang terkenal Langgam tahun 1958 ini merupakan gagasan asli Anjar Any (1936-2008): Yen Ing Tawang Ana Lintang (Tawang dalam bahasa Jawa artinya: awang-awang, langit dan arti lain dari nama sebuah kota Magetan, S. ‘ada bintang di langit). Gaya Jawa dipopulerkan oleh Waljinah, lulusan SMA RRI Solo pada tahun 1958.

Ketukan Keroncong

Dimulai oleh Yayasan Tetap Segar arahan Rudi Pirngadie, di Jakarta pada tahun 1959 dan bisa mengiringi lagu-lagu pop barat (ingin bergerak lebih universal). Sekitar waktu ini, Idris Sardi berkeliling New York World’s Fair di Amerika dengan biola pada tahun 1964 dengan tujuan mempersembahkan lagu-lagu pop barat (saya meninggalkan hati saya di San Fransico, waktu itu di 1964, lagu ini menjadi salah satu hits dunia) dengan iringan. memukul keroncong, tetapi didenda karena pelanggaran hak cipta tanpa izin.

Dengan Ketukan Keroncong berbagai lagu bisa dinyanyikan (tidak dengan rangkaian harmoni keroncong, termasuk kord minor) seperti La Paloma, Monalisa, Widuri, Mawar Berduri, dll.

Campur Saree

Di Gunung Kidul (DI Yogyakarta) pada tahun 1968, Manthous memperkenalkan perpaduan antara alat musik gamelan dan musik keroncong yang dikenal dengan nama Campursari. Kini Yogya, Solo, Sragen, Ngawi dan sekitarnya sudah terkenal sebagai sentra seniman musik Campursari.

Keroncong Koes-Plus

Koes Plus dikenal sebagai pelopor musik rock di Indonesia, sekitar tahun 1974 ia juga berperan penting dalam musik rock keroncong. Perjumpaan dengan Keroncong adalah Keroncong Koes Plus dengan struktur bentuk campuran (dalam bahasa Belanda disebut Meng-vorm atau bentuk gabungan dalam bahasa Inggris) antara Stambul II dan gaya Keroncong.

Dangdut Keroncong (Congdut)

Dangdut keroncong (Congdut) merupakan respon dari pesatnya pengaruh musik dangdut terhadap musik populer Indonesia sejak tahun 1980-an.Sesuai dengan percampuran yang semakin meningkat dalam kancah musik rakyat etnis Jawa, berbagai musisi, diduga dari dari Surakarta, mereka memasukkan unsur-unsur irama dangdut ke dalam lagu-lagu Jawa klasik dan baru. Didi Kempot adalah tokoh dari gerakan reformasi ini. Lagu-lagu populer antara lain Racing Station, Sewu Kuto.

Masa kejayaan musik keroncong. Masa modern keroncong adalah masa kejayaan musik keroncong, dimana musik jawa dari langgam, ketukan keroncong, campursari, koes plus dan terakhir dengan kongdut dari didi kempot, suriname dan belanda terdengar dimana-mana ( 1997-2008). Hal inilah yang rupanya menjadi puncak ketenaran Musik Keroncong, sehingga Gesang khawatir Keroncong akan mati (2008, katanya sebelum wafat).

The Millennium Period by Keroncong (2000-sekarang)

Meski musik keroncong di era milenium (2000) belum menjadi bagian dari industri musik pop Indonesia, beberapa pihak masih menggemari musik keroncong. Kelompok musik Keroncong Merah Putih, kelompok keroncong asal bandung, masih sangat aktif dalam penampilannya. Selain itu, Bondan Prakoso dan grupnya Bondan Prakoso & Fade 2 Black, telah menciptakan komposisi berjudul “Keroncong Protol” yang berhasil memadukan musik bergaya rap dengan musik latar berirama.

Artikel ini ditulis oleh Jual drumband tk – Pengrajin Drumband Jogja